tour dari medan ke bangkok

Wisata Batu Gantung Medan

0812 9393 9797, Wisata Batu Gantung Medan

Categories: Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Wisata Batu Gantung Medan0812 9393 9797, Wisata Batu Gantung Medan

Wisata batu Gantung Medan – Mendengar kata batu gantung memang identik dengan kota Medan, atau lebih tepatnya Parapat Danau Toba. Anda yang pernah ke danau Toba pasti pernah menyaksikan batu yang satu ini. Batu yang satu ini memang cukup unik diantara batuan cadas yang ada terdapat sebuah batuan yang menonjol, dan terlihat berbeda dengan yang lainnya. Ini yang membuat batu tersebut unik, dan terlihat seperti menggantung.

Lokasi batu gantung

Batu gantung sendiri terletak di kota Parapat, atau tidak jauh adri lokasi danau Toba, Sumatra Utara. Jika Anda berada di kota Medan dan ingin mengunjungi kawasan ini, maka Anda perlu menempuh perjalanan sekitar 176 km. Batu yang satu ini sendiri terletak di tengah-tengah tebing di tepian danau Toba. Posisi batuan ini memang terlihat menonjol jika dibandingkan dengan batuan lainnya, terlihat menyendiri, dengan posisi seperti menggantung, atau tepatnya terlihat seperti seseorang yang sedang tergantung, dengan posisi kepala di bawah. Diperkirakan ukuran batu tersebut sekitar 2 meter. Jika dilihat dari atas, posisi batu ini tertutup oleh batuan yang menjorok ke depan, jika Anda ingin melihat batu gantung tersebut secara leluasa, Anda dapat melihatnya dari samping atau dari bawah.

Sesampainya di lokasi batu gantung ini, Anda akan menikmati indahnya panorama alam yang ada, dan juga menikmati indahnya danau toba yang cantik.

Objek wisata alam

Objek wisata yang satu ini tentu saja cukup menyita perhatikan dari para wisatawan, ada beberapa wisatawa yang sengaja melihat batu gantung, ada juga yang melihat indahnya panorama alam di danau Toba sambil melihat batu gantung. Untuk menikmati keindahan danau toba dan juga menikmati batu gantung, Anda dapat menyewa perahu yang ada, biasanya lama durasi berjalan-jalan hanya sekitar 20 menit.

Ada yang unik ketika Anda berwisata ke kota Parapat, atau tepatnya ke kawasan danau Toba dan batu gantung. Di sekitar lokasi, terdapat anak-anak yang menggunakan perahu dan berteriak untuk melempakan uang logam. Anak-anak tersebut akan masuk ke dalam air untuk mengambil uang tersebut. Tentunya ini akan menjadi atrasksi yang cukup menarik.

Selain menikmati pemandangan alam yang ada, Anda juga dapat menikmati berbagai objek wisata lainnya yang ada di kawasan tersebut, seperti wisata kuliner dengan aneka makanan khas dari Sumatra Utara, serta menikmati aneka oleh-oleh khas masyarakat setempat.

Anda juga dapat menginap di salah satu penginapan yang ada di sekitar lokasi, harga yang ditawarkan untuk masing-masing penginapan tentu saja beragam, ada yang harganya murah, dan ada yang harganya sedikit lebih mahal. Hal ini tentunya dapat disesuaikan budget yang Anda miliki.

Legenda batu gantung

Masyarakat sekitar memiliki legenda tersendiri tentang batu gantung tersebut. Dimana pada zaman dahulu terdapat sepasang suami istri yang tinggal di sekitar danau Toba. Suami istri tersebut mempunyai seorang anak gadis berparas rupawan yang benama Seruni. Gadis tersebut hendak dijodohkan dengan seorang pemuda pilihan orang tuanya. Namun sayangnya Seruni sudah memiliki tambatan hati. Karena tidak ingin dijodohkan, maka Seruni melarikan diri ke atas tebing bersama anjing kesayangannya yang bernama Toki. Sesampainya di atas tebing, seruni terperosok ke dalam jurang yang cukup dalam, disini kakinya terhimpit, dan tidak dapat digerakkan sama sekali. Seruni menjerit meminta tolong, tepat pada saat itu, batuan yang ada di sekeliling Seruni mulai merapat, dan teriakan minta tolongnya terdengar oleh anjingnya, Toki. Toki pun berlari ke rumah untuk meminta tolong pada orang tua Seruni, dengan cara menggonggong dan mengais-ngais tanah. Sedangkan Seruni, terus berteriak meminta tolong dan mengatakan « Parapat batu ». Sadar akan isyarat yang diberikan oleh sang anjing, orang tua Seruni bergegas mengikuti ke mana Anjing tersebut menuntunnya. Namun sayang, sesampainya penduduk dan orang tua Seruni sampai di tempat jatuhnya Seruni, gadis tersebut sudah tidak tertolong, yang ada hanyalah sayup-sayup ucapan seruni “parapat” “parapat”. Dari sanalah orang menyebut daerah tersebut dengan nama Parapat, dan menamai batu yang menggantung dan menyerupai tubuh seorang wanita tersebut, dengan batu gantung.

Kontak Kami
Menara Palma 12/F Jl.HR.Rasuna Said Block X-2 Kav 6 Jakarta Selatan 12950
Telepon / WA / SMS: +62 812 9393 9797 (24 hours)
Email: contact @indowalk.com
Website : http://www.indowalk.com

Call Now
WhatsApp